Inilah Akibat Terlalu Sering Lembur

Bagi sebagian orang, lembur menjadi salah satu rutinitas untuk mencapai hasil maksimal, entah itu dalam hal studi maupun pekerjaan.  Sayangnya, sebagian dari mereka kurang memperdulikan dampak dari seringnya lembur. Padahal, ada banyak risiko negatif yang bisa menghampiri karena hal tersebut. Agar lebih waspada, inilah akibat terlalu sering lembur yang hendaknya Anda ketahui dari sekarang.

Inilah Akibat Terlalu Sering Lembur

Inilah Akibat Terlalu Sering Lembur

  1. Munculnya berbagai macam masalah kesehatan

Tentunya, dampak negatif yang paling mencolok dari terlalu seringnya lembur adalah bermunculannya penyakit pada tubuh. Ada banyak masalah kesehatan yang dikaitkan dengan lembur. Misalnya saja meningkatnya tekanan darah tinggi. biasanya tekanan darah tinggi dialami oleh pekerja lembur yang menjadi karyawan dengan waktu duduk lama.

 

lembur juga dikaitkan dengan munculnya masalah kesehtan mental. Bagi wanita hamil, lembur bisa berbahaya bagi janin, khususnya mengenai waktu kelahiran dan berat badan bayi. Lembur juga tentunya bisa berdampak pada meningkatnya risiko cidera, akibat hilangnya konsentrasi, keseimbangan, dan daya kerja otak secara total.

 

Menurut penelitian, lembur juga dikaitkan dengan meningkatnya konsumsi alhokol berat bagi laki-laki dan juga meningkatnya risiko bunuh diri. Selain alhokol, tembakau atau konsumsi rokok juga akan meningkat. Inilah akibat terlalu sering lembur dari sisi kesehatan yang harus Anda perhatikan.

 

Lembur bisa sangat mungkin menyebabkan kelelahan dan kewalahan yang sangat. Hal tersebut biasa disebabkan oleh stres bekerja atau karena terlalu keras dan berat saat bekerja.  Ini bisa mempengaruhi siklus tidur, sehingga insomnia bisa muncul. Orang yang lembur 40 jam seminggu memiliki risiko ini 6 kali lipat daripada orang biasa.

baca juga : Mengapa Orang dengan Nilai C Bisa Sukses?

Dilansir dari ABC News, disebutkan bila orang yang bekerja 10 jam shift memiliki peningkatan risiko masalah kesehatan yang berhubungan dengan jantung. Hal tersebut bila kita lihat dari penelitian pada para pekerja di barat yang notabene jam kerjanya lebih sedikit daripada di Indonesia.

 

  1. Penurunan produktivitas

Secara sederhana kita akan tahu bahwa dampak lembur bagi kesehatan akan sangat berpengaruh pada kinerja sehari-hari. Produktivitas yang menurun dikaitkan dengan berbagai macam penyakit yang muncul dan juga masalah finansial yang menyertainya. Oleh sebab itu, tidak aneh bila pekerja yang terlalu sering lembur sering melakukan perawatan kesehatan, absen, dan penurunan pendapatan.

baca juga : 10 Perbedaan Antara Bos dan Pemimpin

  1. Peningkatan risiko keselamatan

Inilah akibat terlalu sering lembur selanjutnya yang juga bisa menghantui Anda. Baik lembur karena studi maupun bekerja, risiko menurunnya keselamatan sangatlah tinggi. Terlebih bila Anda bekerja di tempat-tempat yang membutuhkan konsentrasi tinggi, dengan mesin atau alat yang bisa berbahaya, seperti di tempat produksi dan rumah sakit.

 

Hal semacam itu tidak lain karena tubuh mengalami kelelahan yang luar biasa, sehingga fungsi organ menurun. Efek panjang dan kumulatif bisa sangat terjadi bila lembur dilakukan selama beberapa hari. Menurut penelitian di Jerman, dokter yang bekerja lebih dari 48 jam seminggu lima kali, memiliki kemungkinan lebih mengalami kecelakaan mengemudi.


Inilah Akibat Terlalu Sering Lembur | RGJ Corp | 4.5

Leave a Reply