Bronchitis Treatment

Bronchitis atau bronkitis merupakan penyakit berupa peradangan yang terjadi pada lapisan saluran bronkial. Saluran ini yang membawa udara dari dan ke paru-paru. Umumnya bronkitis menyebabkan penderitanya mengalami batuk dengan lendir yang tebal, bahkan berubah warna. Penyakit ini juga bisa berupa akut maupun kronis dan umum diderita akibat kontaminasi udara, khususnya rokok. Untuk lebih mengenal mengenai penyakit ini, tidak ada salahnya Anda mengetahui beberapa bronchitis treatment atau pengobatan bronkitis secara umum.

Bronchitis Treatment

Bronchitis Treatment

  1. Langkah awal, obat batuk, dan inhaler

Pada dasarnya, pengobatan bronkitis menggunakan langkah-langkah yang sederhana, seperti memperbanyak istirahat, menghindari asap, meningkatkan konsumsi cairan, penggunaan bronkodilator inhalasi ataupun sirup obat batuk. Selain itu, ada beberapa keadaan, khususnya pasien bronkitis kronis, menggunakan steroid oral untuk mengurangi peradangan, sekaligus meningkatkan kebutuhan oksigen. Dengan cara-cara di atas, bronkitis biasanya dapat hilang hanya dalam waktu 2 minggu.

Namun khusus untuk obat batuk tidak selalu harus digunakan. Mengapa? Karena batuk sendiri dapat berperan positif untuk menghilangkan iritasi dari saluran udara, termasuk paru-paru. Tetapi jika batuk mengganggu tidur, Anda bisa mengonsumsinya agar tidur lebih lelap.

Sedangkan untuk inhaler umumnya digunakan jika bronkitis dibarengi dengan penyakit-penyakit lain, seperti alergi, asma atau penyakit paru obstruktif kronik atau biasa disebut PPOK. Inhaler dan obat sejenisnya bukan hanya dapat mengurangi peradangan, namun juga membuka saluran pernapasan yang menyempit.

 

  1. Antibiotik

Bronchitis treatment selanjutnya adalah dengan menggunakan antibiotik. Cara ini tidak banyak digunakan, karena memang kebanyakan brokitis disebabkan oleh infeksi virus, sehingga antibiotik tidak akan efektif mengobati.

Namun dalam keadaan tertentu, bronkitis bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, sehingga dokter akan memberikan pasien antibiotik. Terutama ketika penyakit menyebabkan risiko komplikasi, semisal pneumonia. Sedangkan jenis antibiotik yang umum digunakan adalah amoksisilin, doxycycline, ataupun oxytetracycline.

 

  1. Terapi

Jika pasien adalah penderita bronkitis kronis, maka bisa dilakukan rehabilitasi paru-paru, berupa program latihan pernapasan. Terapi ini sangat cocok untuk meningkatkan fungsi paru-paru, sehingga pasien dapat kembali berolahraga.

 

  1. Vaksinasi flu

Sebenarnya ini tidak berhubungan langsung dengan pengobatan terhadap bronkitis. Namun, bagi pasien bronkitis kronis, paru-paru mereka umumnya rentan terhadap infeksi. Oleh sebab itu, biasanya dokter akan memberikan atau menyarankan untuk menggunakan vaksinasi flu tahunan, misalnya vaksinasi pneumonia. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, karena dosis vaksin membutuhkan perhitungan yang jelas, termasuk hitungan menurut umur pasien.

 

  1. Pencegahan

Bronchitis treatment yang paling penting adalah pencegahan. Mengapa? Karena pencegahan dapat membuat penyakit tidak bertambah parah dan tidak kembali setelah mengalami penyembuhan. Pasien bisa melakukan beberapa hal untuk menerapkan cara ini, seperti penggunaan masker pada udara tercemar (seperti ruangan dengan cat baru ataupun asap kendaraan), menghindari rokok, dan penggunaan humidifier. Namun ingat untuk tidak memaksakan menggunakan masker ketika udara sedang dingin.

Referensi:

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis/basics/definition/con-20014956

http://www.nhs.uk/Conditions/Bronchitis/Pages/Treatment.aspx

http://www.webmd.com/lung/understanding-bronchitis-treatment

Bronchitis Treatment | RGJ Corp | 4.5

Leave a Reply